Danau Terluas di Afrika yang Dapat Menjadi Objek Wisata

Danau Terluas di Afrika yang Dapat Menjadi Objek Wisata

Danau Terluas di Afrika yang Dapat Menjadi Objek Wisata – Afrika merupakan satu dari tujuh benua yang ada di dunia dan menjadi benua terluas kedua setelah Asia. Benua ini kerap digambarkan sebagai kawasan yang memiliki keindahan alam berupa padang sabana, keanekaragaman satwa liar, dan budaya yang unik. Selain itu, Afrika juga menjadi tuan rumah dari keragaman etnis manusia serta bahasa. Bicara tentang keindahan alam di Afrika, benua ini juga dianugerahi bentang alam berupa danau seperti Danau Victoria. Danau Victoria merupakan danau terbesar di Afrika dan dikenal sebagai danau mematikan di dunia. Selain Danau Victoria, Afrika masih punya empat danau lagi dengan ukuran yang luas.

Danau Tanganyika

Danau terbesar kedua di Afrika adalah Danau Tanganyika. Dengan luas perairan mencapai 33.000 kilometer persegi, Danau Tanganyika membentang mulai dari Kongo, Tanzania, Burundi, hingga Zambia. Lalu, berapa kira-kira kedalaman Danau Tanganyika? Kedalaman rata-rata Danau Tanganyika adalah 570 meter, sementara titik terdalamnya mencapai 1.436 meter. Dengan kedalaman tersebut Danau Tanganyika menempati urutan kedua sebagai danau terdalam di dunia setelah Danau Baikal di Siberia.

Baca Juga : Air Terjun yang Populer Menjadi Tempat Wisata di Indonesia

Total ada enam pulau yang mendiami Danau Tanganyika, yaitu Pulau Kumbula, Kibishie, Kavala, Milima, Mutondwe, dan Mamba-Kayenda. Selain menyandang predikat sebagai danau terbesar sekaligus danau terdalam, para ahli meyakini bahwa Danau Tanganyika memiliki usia yang sangat tua. Cekungan danau atau basin di bagian tengah danau diperkirakan telah terbentuk sekitar 9-12 juta tahun yang lalu. Sementara itu, cekungan danau di sisi utara telah tercipta pada 7-8 juta tahun silam dan cekungan danau di bagian selatan muncul sekitar 2-4 juta tahun silam. Keunikan lain dari Danau Tanganyika adalah memiliki hewan endemik yang sangat bervariasi. Mulai dari buaya Nil yang dikenal sebagai reptil raksasa, Terrapin atau kura-kura lumpur, ular air, dan lebih dari 350 spesies ikan.

Danau Albert

Di urutan terakhir adalah Danau Albert. Sebetulnya luas Danau Albert sama dengan Danau Kivu, yaitu 2.200 kilometer persegi. Danau ini memiliki nama lain Danau Mobutu Sese Seko. Lokasinya berada di perbatasan negara Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Lebih lanjut, Danau Albert menjadi bagian paling utara dari Great Rift Valley. Itulah 5 danau terbesar di Afrika, mulai dari Danau Victoria sampai Danau Albert. Bicara tentang Afrika, benua ini punya ikon lain selain Danau. Tiga di antaranya yang terkenal adalah Taman Nasional Kruger, Gurun Sahara, dan Sungai Nil.

Danau Victoria

Di urutan pertama ada Danau Victoria sebagai danau terbesar di Afrika. Dengan luas sekitar 68.870 kilometer persegi, danau ini berhasil masuk ke dalam jajaran danau terluas di dunia setelah Danau Kaspia dan Danau Superior. Selain itu Danau Victoria juga menyandang status sebagai danau tropis terbesar di dunia. Memiliki volume air sebanyak 2.760 kilometer kubik, Danau Victoria telah menjadi salah satu sumber daya alam yang vital bagi jutaan orang di sekitarnya. Secara geografis, lokasi Danau Victoria membentang hingga tiga negara di Afrika Timur, yaitu Uganda, Kenya, dan Tanzania.

Fakta unik lainnya adalah Danau Victoria menjadi rumah bagi gugusan pulau yang kabarnya jumlahnya mencapai lebih dari 80. Kepulauan Ssese merupakan salah satu pulau yang mendiami Danau Victoria dan menjadi asal-usul keberadaan Suku Abassese. Konon Suku Abassese memiliki hubungan ke dunia supranatural. Terlepas dari legenda tersebut, Danau Victoria yang dikenal cantik ini ternyata menyimpan misteri, bahkan disebut sebagai danau mematikan di dunia. Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi alasan pertama hingga menyebabkan tingginya angka kematian setiap tahunnya.

Danau Malawi

Di urutan ketiga adalah Danau Malawi yang memiliki luas 29.600 kilometer persegi. Sementara sebagai danau terluas di dunia, Danau Malawi menempati urutan ke delapan. Danau Malawi merupakan perairan yang terbentuk akibat retakan tektonik Afrika. Danau air tawar ini berlokasi di antara tiga negara, yaitu Mozambik, Tanzania, dan Malawi. Sebutan lain dari Danau Malawi adalah Danau Nyasa. Kata Nyasa diambil dari Nyasaland—nama Malawi pada zaman dulu.

Danau ini juga sempat mendapatkan nama baru yaitu Danau Bintang. Alkisah dulu seorang misionaris terkenal di Afrika, David Livingstone, melihat cahaya lentera yang berasal dari kapal nelayan setempat. Cahaya tersebut sekilas menyerupai bintang yang ada di langit. Danau Malawi memiliki dua pulau tak berpenghuni, Chizumulu dan Likoma. Bagi wisatawan yang datang ke Danau Malawi, perairan di sekitar dua pulau ini menjadi spot favorit untuk bermain kayak dan ski air.

Selain itu Danau Malawi juga menjadi induk Sungai Shire, Sungai Ruhuhu, dan merupakan tempat persinggahan Sungai Zambezi yang mengalir melintasi Mozambik. Layaknya birunya air di lautan, Danau Malawi juga tampil memukau dengan warna air biru jernih. Sementara di bagian pesisirnya dihiasi oleh pasir berwarna putih.

Danau Kivu

Dengan luas sekitar 2.200 kilometer persegi, Danau Kivu berada di urutan keempat sebagai danau terbesar di Afrika. Danau Kivu membentang di antara dua negara yaitu Rwanda dan Kongo. Di Afrika sendiri Danau Kivu terkenal akan pemandangannya yang nggak pernah gagal memanjakan mata. Meski kecantikannya kerap dielu-elukan, namun siapa sangka kalau danau punya potensi untuk meledak kapan saja.

Menurut skenario terburuk, jika Danau Kivu meledak akan mampu menewaskan lebih dari 2 juta penduduk di sekitarnya. Pertanyaannya, apa sih yang menyebabkan danau ini dapat meledak? Para ahli mengungkapkan bahwa di dasar danau terdapat kandungan 60 mil kubik karbon dioksida plus 55 miliar meter gas metana. Terlebih salah satu sisi danau ini berada dekat dengan Gunung Nyiragongo yang masih aktif.

Bila sewaktu-waktu Gunung Nyiragongo meletus secara dahsyat, bukan nggak mungkin gunung tersebut mengirimkan getaran ke Danau Kivu. Getaran tersebut bisa memicu terjadinya ledakan limnic, yaitu ledakan gas dari dalam perairan menuju permukaan yang dapat menimbulkan gelombang besar sekaligus awan gas beracun. Di dunia ini masih ada dua danau lagi yang memiliki kriteria seperti Danau Kivu. Mereka adalah Danau Monoun dan Danau Nyos. Danau Nyos sendiri pernah meledak secara ganas pada tahun 1986.

Bencana tersebut mengakibatkan 3.500 hewan ternak mati dan sekitar 1.700 orang tewas karena udara yang bercampur dengan gas beracun. Demi mencegah ledakan terjadi, pemerintah setempat memutuskan untuk mengelola gas metana yang ada menjadi tenaga listrik. Upaya lainnya adalah mengelola gas metana menjadi bahan bakar. Harapannya, di masa mendatang kandungan gas metana di dalam Danau Kivu bisa berkurang dan meminimalisasi potensi ledakan.